Friday, March 25, 2005

Kota Bukittinggi

Written by Nila Kirana/ Litbang Kompas
Kamis, 24 Maret 2005

WISATA dan belanja adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan dari
kehidupan kota ini. Keelokan alam di beberapa sisi wilayahnya menjadi
daya tarik tersendiri. Pusat perdagangan pun begitu mudah dijumpai. Kota kecil yang luasnya hanya 0,06 persen dari luas Provinsi Sumatera Barat ini populer dengan sebutan Kota Jam Gadang. Jam Gadang yang artinya jam besar menjadi simbol sekaligus pusat keramaian kota.



Dari menara tempat berdiri Jam Gadang inilah kegiatan wisata dan
belanja bisa segera dimulai. Pasalnya, tempat-tempat bernuansa sejarah yang menjadi saksi perkembangan kota di masa lalu seperti bekas kediaman Bung Hatta, Benteng Fort de Kock, dan Lubang Jepang berada tak jauh darinya. Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan yang usianya tergolong tua pun mudah dijangkau dari tempat ini.

Agak ke pinggir kota, di perbatasan Bukittinggi dengan kaki Gunung
Singgalang terdapat lembah atau lebih dikenal dengan sebutan Ngarai
Sianok yang menjadi magnet kunjungan wisata. Tebing berketinggian
100-120 meter dan dengan panjang sungai 15 kilometer ini tak hanya
indah dipandang mata, tetapi juga menjadi ajang pendakian wisatawan
mancanegara yang melancong ke sana.

Setelah menyusuri obyek wisata, mengunjungi pasar yang berada tepat di utara Jam Gadang adalah agenda selanjutnya. Pasar Atas, nama pusat perdagangan tadi, merupakan salah satu kebanggaan Bukittinggi. Di sinilah hasil kerajinan daerah terutama bordir yang menghiasi beraneka model kebaya dan mukena ditawarkan. Harganya pun bervariasi dari Rp 150.000 hingga Rp 900.000 per potong.

Mengenali bordir asli daerah ini membutuhkan keahlian tersendiri
mengingat ada pula barang serupa buatan Tasikmalaya, Jawa Barat, yang lebih banyak menggunakan teknik krancang solder. Bordir asli
Bukittinggi biasanya memanfaatkan teknik krancang langsung yang
tergolong agak rumit dan makan waktu.

Pasar Atas adalah salah satu wadah masyarakat melakukan kegiatan
ekonomi di samping pusat perdagangan lain, seperti Pasar Lereng, Pasar
Bawah, Pasar Banto, serta Pasar Aur Kuning. Kecuali pasar lainnya yang
menjual barang eceran, Pasar Aur Kuning khusus melayani permintaan
barang dalam jumlah besar atau grosir. Sama halnya dengan Pasar Tanah Abang Jakarta, demikian pula masyarakat setempat menyebut pasar ini sebagai Tanah Abangnya Bukittinggi.

Pasar Aur Kuning adalah yang terbesar dengan menempati bangunan 12.872 meter persegi. Di dalamnya terdapat 1.340 unit toko dan petak los 3.557 unit yang semuanya terisi penuh. Dua pasar lain yang tergolong besar adalah Pasar Atas dan Pasar Bawah. Masing-masing menampung 1.153 dan 1.379 pedagang.

Dunia perdagangan yang ditandai dengan banyaknya tempat perbelanjaan, toko, dan restoran sangat lekat dengan keseharian masyarakat Bukittinggi. Hasil sensus terakhir tahun 2000 mencatat 36.389 tenaga kerja yang 38,5 persen berkecimpung di bidang ini.

Meski bukan yang utama, perdagangan termasuk usaha hotel dan restoran, merupakan penyumbang terbesar ketiga kegiatan ekonomi wilayah ini.
Jumlahnya Rp 107,6 milyar dan selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Penyumbang utama kegiatan ekonomi Kota Bukittinggi berasal dari jasa,
terutama jasa pemerintahan (27,14 persen), disusul pengangkutan dan
komunikasi (22,04 persen). Kegiatan ekonomi kota tahun 2000, Rp 590,5 milyar.

Bagi Pemerintah Kota Bukittinggi, bergairahnya transaksi jual beli
berdampak sangat positif. Selain mengantungi sekurang-kurangnya Rp 1,4 milyar dari retribusi pasar, mereka juga mampu meraup keuntungan dari berkembangnya jumlah angkutan yang makin marak. Dari hasil bagi pajak bahan bakar kendaraan bermotor tahun 2001 diperoleh pemasukan Rp 1 milyar.

Majunya usaha perdagangan, menyisakan pula hal-hal yang kurang
menguntungkan. Pemusatan kawasan perdagangan berdampingan dengan arena wisata seperti saat ini, perlahan mulai menimbulkan masalah.

Guguk Panjang tercatat sebagai kecamatan terpadat dibanding dua
kecamatan lainnya. Selain menjadi kawasan bisnis, daerah ini juga
disesaki permukiman penduduk. Arus lalu lintas yang padat akibat
penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir seperti di Jalan A Yani,
misalnya, sangat mengurangi kenyamanan berkendara. Kerapian kota pun terlihat kurang diperhatikan.

Rata-rata laju pertumbuhan penduduk 1,02 persen selama 10 tahun sejak 1990 serta dijadikannya Bukittinggi sebagai tujuan wisata masyarakat daerah sekitar, turut menjadi biang keladi kotornya kota.
Bertebarannya sampah di mana-mana muncul sebagai masalah klasik.

Tahun 2000 perkiraan sampah yang dihasilkan tiap hari rata-rata 292
meter kubik. Dari jumlah itu tidak semuanya terangkut. Dalam sehari
setidaknya tersisa empat persen. Jika tak cepat diantisipasi, buruknya
pengelolaan sampah lambat laun akan memperburuk wajah Bukittinggi.
Apalagi mengingat sarana kebersihan seperti truk sampah yang jumlahnya 17 buah dan gerobak sampah 36 buah.

Masih banyak yang harus dibenahi di Bukittinggi. Penataan kota yang
lebih manusiawi dengan pembagian wilayah berdasarkan fungsi wisata,
perdagangan, konservasi industri, maupun permukiman perlu segera
direalisasikan.

Niscaya acara wisata serta belanja di udara sejuk dan nyaman di antara keindahan alam akan terus dapat dinikmati. Gunung Singgalang, Gunung Merapi, dan Gunung Sago yang mengelilingi akan menjadi saksi munculnya kembali decak kekaguman. Rancak bana..., indah nian Bukittinggi.
(Nila Kirana/ Litbang Kompas)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0208/09/NASIONAL/kota59.htm

Thursday, March 03, 2005

Peta Bukittinggi


Peta Bukittinggi
Originally uploaded by fauzanazmi.



Bukit Tinggi adalah salah satu kota tujuan wisata di Sumatera Barat dengan berbagai objek wisata alam dan sejarah seperti Ngarai Sianok dan Gua Jepang nya.
Berikut ini adalah Peta Kotamadya Bukit Tinggi dan Daftar Hotel yang ada di Bukit Tinggi untuk memandu perjalanan anda untuk berwisata di Bukit Tinggi Kota Wisata


No. Name Address City Telephone Number Fax. Number Hotel Rate Star
1 Pusako Hotel Jl. Sukarno Hatta No. 7 Bukittinggi 62-751-22111 21017 150-200 ****
2 Bukittinggi View Hotel Jl. Raya Bukittinggi Medan Km.7 Bukittinggi 62-752-22277,22444 0 <50 *
3 Benteng Hotel Jl. Benteng No. 1 Bukittinggi 62-752-22596 0 <50 *
4 Denai Hotel Jl. A Rivai 26 Bukittinggi 62-752-21511,21460 23490 <50 *
5 Limas Hotel Jl. Kesehatan 34 Bukittinggi 62-752-22763,22641 32570 <50 *
6 Agung Hotel Jl. Batang Agam I/6 Bukittinggi 62-752-22297 0 <50 -
7 Bagindo Hotel Jl. Jend Sudirman 41-45 Bukittinggi 62-752-21279,21286 0 <50 -
8 Denam Hotel Jl. Yos Sudarso 4 Bukittinggi 62-752-21333 0 <50 -
9 Flower Hotel Jl. A Yani 104-106 Bukittinggi 62-752-22185,22186 0 <50 -
10 Gangga Hotel Jl. A Yani 70 Bukittinggi 62-752-22967 0 <50 -
11 Hendry Ramah Jl. A Yani 130 Bukittinggi 62-752-21576 0 <50 -
12 Indra Hotel Jl. H Agus Salim I Bukittinggi 62-752-22505 0 <50 -
13 Jogja Hotel Jl. Perintis Kemerdekaan 17 Bukittinggi 62-752-21142 0 <50 -
14 Murni Hotel Jl. Jend A Yani 115 Bukittinggi 62-752-0 0 <50 -
15 Mountain View Jl. Yos sudarso 31 Bukittinggi 62-752-2162 0 <50 -
16 Minang Hotel Jl. Panorama 20 A Bukittinggi 62-752-21120,22638 0 <50 -
17 Nirwana Hotel Jl. A Yani 113 Bukittinggi 62-752-21292 0 <50 -
18 Nikita Hotel Jl. Sudirman 55 Bukittinggi 62-752-23313-31629 0 <50 -
19 Pagaruyung Hotel Jl. Prof Hamka 4 Batusangkar Bukittinggi 62-752-71533 0 <50 -
20 Parma Hotel Jl. Prof Hamka 8 Batusangkar Bukittinggi 62-752-71330 0 <50 -
21 Surya Hotel Jl. RA Kartini 7 Bukittinggi 62-752-22587 0 <50 -
22 Sumatera Hotel Jl. Dr Setia Budi 16 E Bukittinggi 62-752-21309 0 <50 -
23 Srikandi Hotel Jl. A Yani 117 Bukittinggi 62-752-22984 0 <50 -
24 Sari Bundo Hotel Jl. Yos Sudarso 1A Bukittinggi 62-752-22637,22953 0 <50 -
25 Tropic Hotel Jl. Pemuda 12 Bukittinggi 62-752-23207 0 <50 -
26 Wisata Hotel Jl. Syafei 1 Bukittinggi 62-752-22962 0 <50 -
27 Wisma Bukittinggi Jl. Yos Sudarso 1A Bukittinggi 62-752-32358 0 <50 -
28 Wisata Hotel Jl. Nusantara Barat No.229 Payakumbuh Bukittinggi 62-752-93042,92924 0 <50 -
29 Cinduamato Hotel Jl. Cinduamato No. 96 Bukittinggi 26113 62-752-21346 22808 <50 -

Sumber: www.dusun.com

TM "MOVIE" waktu acara Festival Indonesia di NagoyaKlik disini! Tari Piring yang sangat bersemangat!