Sunday, October 31, 2004

Surat ke Kampung

On 2004/10/30, at 11:02, Nelvy (K Line Air Service Indonesia (Opr)) wrote:
Assalamualaikum w.w
 Baa Puaso di sinan zan.... lai ndak baa
makan sahur baa
 Salam/nelfi
 +++++++++++++++
Walaikumsalam w w

Ambo turut bahagia membaca undangan Poji, tapi ambo cuma bisa mangirimkan doa, semoga menjadi keluarga yang sakinah, Amin Ya Rabbilalamin

Alhamdulillah lai lengkap puaso ambo, Insya Allah ..
semoga puaso kita diterima Allah Amin,
Sahur biasonyo disiko jam 4.45, buko jam 17.00
Kini alah mulai musim dingin, kadang iyo agak susah jago, dingin, tapi jan rusuah bana one , sebab disiko ado heater, jadi lai agak angek sagetek.
Masak biasonyo malam, jadi sahur maangekkan sajo, atau kalau ndak masak biasonyo indomie telor campur tuna kaleng...
babuko kadang bao dari rumah kadang di kantin..tapi suasananyo indak sarupo jo diawak di kampuang dohh, ndak ado bedug magrib, atau sirenae jam gadang...
Hari biaso kalau indak sibuk ambo shalat tarwih di asrama mhs, jo urang mesir, uzbekistan, india dll, sabtu minggu di mesjid, itu lebih kompleks lagi urang2 nyo.
kadang ado undangan buko puaso basamo dari kawan2 indonesia, sabtu bisuak ado buko jo ceramah dari gus Mus(Mustafa Bisri)
Itu se dulu dari ambo

wassalam

fauzan

NB: Nitip ciek ninel tolong zakat fitrah ambo dibayarkan di kampung, sebesar 1500 yen(kurskan kan rupiah).

Monday, October 25, 2004

Puisi Bagus

Perkenankan Aku mencintai-Mu semampuku

Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu
Lembar demi lembar kitab kupelajari
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan

Tapi Rabbii,
Detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu
Aku makin merasakan gelisahku
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan

Wahai Ilahi,
Kemudian, detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu

Di Ramadhan tahun ini,
Saat diriku berada dalam kesendirian,

Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku
kembali
Menatap, memohon dan menghibaMu:
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu,
Semampuku
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintaiMu
Sebisaku
Dengan segala kelemahanku

Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu

Bila Al Qur'an bisa bicara

 


Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku

Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci

Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari

Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari

Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra..................

Sekarang engkau telah dewasa...

Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...

Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...

Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu

Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya

Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu

Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa

Atau aku hanya kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan

Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian

Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman

Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV

Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia

Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha>Perkasa,

>engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku(Basmalah)>>Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi

Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu

Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu

Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja

Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu

Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun

E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan

Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku....????

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV Menonton>pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga

Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari

Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu

Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali

Itupun hanya beberapa lembar dariku

Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu

Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?

Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba

Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya

Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...

Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...

Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..

Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu

Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...

Di kuburmu nanti....

Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri

Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu

Dari perjalanan di alam akhirat

Tapi Akulah "AlQur'an" kitab sucimu yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui

Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...

Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu

Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu

Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali...>Baca dan pelajari lagi aku....

Setiap datangnya pagi dan sore hari>Seperti dulu....dulu sekali...

Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...

Di surau kecil kampungmu yang damai>Jangan biarkan aku sendiri....

Dalam bisu dan sepi....

Sunday, October 24, 2004

Subway to Senencho, Kimble store

Bersama Jica trainee, ngabuburit di Kimble, borong semua selagi murah...

Buka bersama di masjid Nagoya


Iftar in Nagoya Mosque

Buka Puasa bersama Indonesia dan Malaysia dan seluruh muslim Nagoya

Tuesday, October 05, 2004

Kadang Aku ketawa Sendirian

> Kadang Aku Ketawa Sendirian (By Agus Sujarwo 2002)
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ...
> Nungguin Betty La Fea berjam-jam
> Nyampe makan bubur dalam satu detik tiupan
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ...
> Bangun susah-susah tengah malam
> Saksikan Filippo Inzaghi jaringkan gol tuk AC Milan
> Sampai subuh setengah delapan
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ...
> Nimbrung ghibah teman-teman
> Sampai hafalan ayatku berhamburan
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ...
> Sibuk ngurusin privasi orang
> Sampai planningku hari ini berantakan
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ...
> Korek-korek agenda midnight akhir pekan
> Sampai mataku pening dan jenuh oleh tayangan
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ...
> Aku musti sembunyi-sembunyi berkhalwat dalam
> kegelapan
> Sampai pulang kemalaman
> Alih-alih salah alamat tujuan
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ...
> Musti menuh-menuhin perut dengan makanan
> Sampai musti bolak-balik buang kotoran
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ...
> Rela tidur bermalam-malam tuntaskan novel Agatha
> Sampai deru mata seperti pulsa
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ..
> musti colak-colek remot sendirian
> Ketawa sendirian
> Bete sendirian
> Sebel sendirian
> Jayus sendirian
> Nangis sendirian
> Nyaci sendirian
> Ngebanting remot sendirian
> Kadang marah pada bangku tak bertuan
> Sampai lupa bahwa Israil melihatku dari kegelapan
> Menggosok palu dan meriam
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain ..
> Aku sibuk nge-reply sms guyonan
> Padahal aku bisa call teman-teman
> tuk sekadar sampaikan ahlan wa sahlan
>
> Hidup ini serius
> namun kadang kuanggap sebagai permainan
>
> Hidup ini perjuangan
> namun kadang kuanggap sebuah rutinitas harian
>
> Hidup ini penderitaan
> namun kadang kuanggap sebagai kesenangan
>
> Makan, tidur, ke toilet, main, tidur lagi tanpa
> sesuatu yang berarti
> Persis kambing yang tiap hari mengembik minta roti
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Begitu banyak aktivitasku yang tersia-siakan
> Sementara aku menganggap diriku telah berbuat
> kebaikan
>
> Kadang aku ketawa sendirian
> Ngapain mesti repot-repot pamer aurat di
> pinggir-pinggir jalan
> Kalo gelap kunyalakan
> Kalo nyala kugelapkan
> Padahal realitas fakta menyebutkan
> Di antara orang-orang yang hilang pikiran
> Belum pernah kulihat mereka memakai pakaian rapi dan
> menawan
> Pasti penuh sobekan dan tambalan
> Alih-alih
> Tanpa balutan
> Persis yang kukenakan
>
> Hanya
> Aku pake biore dia pake comberan
> Aku pake nivea dia pake debu jalanan
> Aku seharian di spa ia sepekan di kubangan
> Aku pake loreal ia pake kutu uban
> Aku putih ia hitam
> Aku pake great corolla ia pake terompah busa
> Cuma aku sering bilang ke orang-orang
> Ni ... baru generasi peradaban
> Ah itu
> Cuma akal bulusku tuk tipu teman-teman
> Padahal sih yang kutulis di diari
> generasi peradaban setan
>
> Ngapain dulu waktu aku main ke Plasa Senayan
> Yang kupilih baju potongan-potongan
> Yang harganya 300 ribuan
> Padahal yang sesuai ukuran
> Diobral sampai nggak ketulungan
> Kadang aku begitu bego
> Tapi pura-pura sok tahu
> Pura-pura sok ngetrren
> Pura-pura sok keren
>
> Tapi yang jelas aku dan dia sama-sama telanjang
> Bedanya ia punya keterbatasan dan ia ingin menjadi
> manusia biasa
> Sementara aku
> Aku punya banyak kelebihan
> Dan aku ingin menjadi sebaliknya
> Manusia gila
>
> Na lo!
>
> Aku merajut
> Padahal sebenarnya aku menguraikan benang Islam
>
> Aku membangun,
> padahal sebenarnya aku meruntuhkan fondasi Islam
>
> Aku meninggikan,
> padahal sebenarnya aku membanting Islam
>
> Aku memuliakan,
> padahal sebenarnya aku menghujat Islam
>
> Aku menghidupkan,
> padahal sebenarnya aku membantai Islam!
>
> Dan mereka pun mengenalku
> Tak ubahnya
> Kucing-kucing hedonis
> Penuh kemaksiatan dan pesimistis
> Tak punya pegangan
> Larut dalam terkaman hadarah kapitalis
>
> Dan mereka pun mengenalku
> Tak ubahnya
> Generasi-generasi tak beriman
> Berlumpur dosa dan kegelapan
>
> Dan mereka pun mengenalku
> Tak ubahnya
> Generasi yang mudah berganti peran
> Kadang iman dan kadang pada kekafiran
>
> Dan mereka pun mengenalku
> Tak ubahnya
> Setan
> Untuk menyebut pengemban risalah Islam
>
> Kini aku tahu dan sadar
> Bahwa
> Masalahnya bukan sekadar kemubahan
> Masalahnya bukan sekadar keharaman
> Masalahnya bukan sekadar kemaksiatan
> Tapi manakala kutulis kembali tujuan kehidupan
> Maka masalahnya adalah
>
> Tidak ada waktu dan kesempatan
> Untuk kembali kerjakan
> Semua yang telah aku tertawakan
> Karena diariku hari ini telah penuh
> Agenda-agenda perjuangan

Sunday, October 03, 2004

Makan malam di Ohmeikan


Makan malam di Ohmeikan
Originally uploaded by fauzanazmi.
Party, sering sekali dilakukan di Jepang, welcoming party, farewell party, abis ujian, dll. PPI Nagoya juga tidak mau ketinggalan, kita mengadakan makan-makan di Ohmeikan, asrama mahasiswa Nagoya university. Searah jarum jam; Ambiyah, Rina, Rini, Mega, Vita, Fauzan, Dudy, Leisa, Lala, Fina, foto oleh Rizal.

TM "MOVIE" waktu acara Festival Indonesia di NagoyaKlik disini! Tari Piring yang sangat bersemangat!