Sabtu pagi saya latihan basket dengan Pak Wisnu, Pak Agus deskedo, dan disusul oleh Pak Risa dan Dudy, saya menunggu kedatangan pemain baru Agus Toyota, tadi malam sudah dihubungi, tapi pagi ini telponnya tidak diangkat, saya agak pesimis melihat tim basket "Nagoya sekarat". karena tidak pernah latihan dalam formasi lengkap.Sementara tim Toyohashi di websitenya sesumbar dengan "dream team" nya yang disamping secara fisik keliatan nya diatas angin, penampilan mereka pun seperti pemain yang handala, jadi psywar mereka berhasil , dan sempat membuat saya agak down, YAH kalau nanti dalam pertandingan pasti dipermalukan, melihat pemain Nagoya semunya cabutan (Suuzhan yang pertama).
Setelah selesai main basket dilapangan Kawana yang didahului dengan menguruk lapangan yang tergenang air dengan pasir, akhirnya kita berpisah untuk melanjutkan kesibukan masing-masing. Saya agak tergesa-gesa sehingga dengan sembrono saya memasukkan telepon genggam dan dompet ke dalam saku kanan celana basket, dan tanpa terasa dijalan yang banyak terdapat sambungan trotoar yang menyebabkan sepeda jalannya tidak stabil, sedikit-sedikit dompet tadi mulai menggelesot...sampai akhirnya jatuh tanpa terasa di dekat jalan pulang ke rumah di Ishikawabashi pada saat saya dan Pak Wisnu berpisah karena arah jalan pulang kita berbeda.
Sesampainya di rumah saya langsung berpikir "What should I do this Saturday". Dalam pikiran saya keluar berbagai input ide dan langsung di proses dalam pikiran bawah sadar, mana yang mungkin dan mana yang tidak, akhirnya secara reflek saya mulai mengambil air minum, pagi ini gak ada juice apple kegemaran saya atau coklat Vanhouten, jadi cukup dengan susu saring alias air putih, saya mulai berpikir untuk membuat minuman penambah energi gabungan antara grapefruit, madu dan kuning telur, sasmbil mengambil handuk dan mengeluarkan isi saku dicelana basket, pertama kunci sepeda, kemudian telepon genggam, setelah itu saya meraba-raba, mencari dompet, Masya Allah, dompet Eitinne Agner hitam tersebut tidak berada di tempatnya, saya mulai panih merogoh kekantong yang satunya lagi yang sudah pasti tidak berisi, saya mulai mengingat kapan terakhir saya memegang dompet tersebut, ya .. di Lapangan basket Kawana, saya coba mengingat lagi apa saja barang berharga yang ada didalam dompet tersebut, WAH CELAKA saya mulai panik....
Saya ambil kunci sepeda dan mulai lari ke parkiran, langsung mengayuh sepeda menelusuri jalan pulang, waktu menunjukkan jam 9:30 pagi. ketika sampai di perempatan Ishikawabashi saya melihat kertas dan kartu bertebaran di trotoar jalan, setelah melihat lebih dekat lagi saya menemukan kartu Nagoya University, asuransi, UFJ atm, tiket chikatetsu Eurika, dan beberapa kartu nama, tapi kartu "Gaikokujin Tourokusho" dan atm bank Pos serta surat keterangan kepemilikan sepeda berikut dompet dan uang kontan didalamnya sebesar 5000 Yen, raib. Menurut perkiraan saya orang yang menemukan dompet tersebut pasti mengambil dompet dan uangnya, serta kartu yang lain, karena saya meletakkan kartu tersebut di dalam tempat uang, (Suuzhan yang kedua)
Dipikiran saya yang ada cuma curiga dan perasaan bersalah, saya telusuri trotoar jalan sampai ke lapangan basket Kawana, tetapi dompet tersebut tidak saya temukan. Saya kayuh sepeda tanpa semangat pulang ke rumah, saya mulai memikirkan apa yang harus saya lakukan, pertama saya harus ke kantor Polis, melaporkan kehilangan dompet yang berisi kartu atm dan kartu tanda orang asing serta sejumlah uang, kemudian ke kantor Pos untuk men blok kartu atm bank Pos tersebut, selanjutnya pada hari Senin harus melapor ke kantor Kuyaku sho tentang kehilangan kartu tanda orang asing tersebut.
Saya berusa tenang sambil Istighfar, kemudian saya paksakan untuk makan nasi dan sedikit lauk, dan mengambil handuk untuk mandi, karena walau bagimanapun saya harus mendahulukan kewajiban terhadp diri ini, makan dan membersihkan diri. Setelah mandi saya bermaksud bertanya kepada Oyasha (pemilik kos) letak kantor Polisi terdekat, lalu beliau menunjukkan letak Koban (pos polisi) di Sakurayam, saya lihat suaminya yang sudah tua ter baring di tempat tidur, munkin kurang sehat. Saya pacu sepeda ke arah Sakurayama, akhirnya ketemu juga, saya masuk dan duduk, Polisi jaga langsung menanyakan maksud kedatangan saya, saya mulai mencerikana dan dia langsung membuat berita acara kehilangan tersebut. Setelah disuruh membuat alamat telepon yang bisa dihubungi dan tandatangan, Polisi tersebut langsung membertahukan kepada kantor pusat, dan menurut kantor pusat belum ada laporan yang masuk. Saya pamit dan disuruh ke kantor pos untuk men stop atam bank pos, di kantor pos saya disuruh untuk menghubungi nomor telepon khusus. Waktu menunujkkan pukul 11.00 ketika saya telepon Customer Service Bank Pos di telepon umum dan ternyata telepon tersebut bebas pulsa, ketika masih online pas ketika saya disuruh menyebutkan nomor pelanggan, tiba-tiba telepon genggam saya bergetar langsung saya kelurkan dari kantong, dan melihat nomor yang masuk, ternyata dari nomor yang tidak say ketahui 0528520110 dari kepolisian katanya, dan mereka mengatakan bahwa dompet saya sudah ditemukan dan sekarang ada di kantor Polisi pusat Showa ku, saya segera memutuskan telepon dengan Bank Pos dan langsung meluncur ke daerah Kawana, bertanya kepada orang yang lewat diman letak pos polisi terdekat, lalu ditunjukkan dekat Supermarket Yamanaka, saya genjot lagi sepeda dengan semanagat, akhirnya ketemu juga, tapi ternyata bukan pos Polisi yang ini , petugas jaga langsung mengontak pusat dan ternyata Polisi pusat sudah menunggu saya, akhirnya Pak Polisi itu memberitahukan kepada saya peta lokasi Pos Polisi Showa ku, dan saya diberi waktu 5 menit katanya...
Saya pacu lagi sepeda saya, sampai di Pos Polisi pusa Showaku tersebut,, ternyata disana ada dua petugas dan seorang Ibu tua yang menunggu kedatangan swaya, mereka lalu memperlihatkan dompet saya, dan menyuruh saya menchek isi dari dompet tersebut. Saya langsung berucap "Alhamdulillah", masih ada orang yang jujur didunia ini, bagi saya uang hilang sih saya rela, tapi kalau surat yang berharga itulah yang membuat gundah dihati, lalu Ibu tua (obaasan)tersebut bercerita bagaimana dia menemukan dompet saya, "Saya temukan tergelatak di jalan dekat perempatan Ishikawabashi dekat parkiran, tapi isinya sudah banyak yang bertebaran, karena mobil banyak yang keluar masuk parkiran maka saya hanya mengambil dompetnya saja, tolong diperiksa lagi isinya katanya," saya langsung mengatakan kalau itu bukan masalah yang penting saya menemukan dokumen berharga dan langsung saya menunduk mengucapkan terimakasih, Polisi mengatakan kalau di jepang ada "O rei" artinya semacam tanda terimakasaih, besarnya maximal 20 %dari jumlah total, jadi sekitar 1000Yen, kalau mau katanya, langsung saya memberikan uang tersebut kepada obaasan tersebut dan dia pamit pulang.
Saya masih harus mengisi beberapa pertanyaan dan terakhir Polisi itu menanyakan kalau saya punya Inkan(stempel tanda tangan ala Jepang) saya katakan saya sign saja, tapi katanya harus pakai cap sidik jari, wah saya salut dengan profesionalisme Polisi Jepang ini....Alhamdulillah...
Saya akhirnya pulang ke rumah, puji san syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, digerbang rumah saya kembali bertemu dengan Oya san, ternyata benar suaminya akand dibawa ke rumah sakit,, anak Oyasan bertanya kepada saya bagaimana hasil laporan nya, saya balas kalau dompet saya ada yang menemukan dan dikembalikan ke Polisi, dia turut gembaira "Yokattane", katanya
Saya sempatkan Sujud Syukur, dan sambil menunggu shalat Zuhur saya baca AlQuran...
Saya bersihkan kamar, vacum cleaner, lipat baju yang baru dijemur, dan mengeluarkan futon untuk di jemur, mumpung cerah. ternyata pak dadong juga sudah pulang, "mau istirahat, nyimpan tenaga untuk pertandingan besok", katanya.
Saya membalas email dari Fina yang mengajak nonton konser angklung di Ikeshita dengan Dudy dan Rina, saya menyatakan ingin ikut nonton bareng mumpung ada undangan gratis.
Jam menunjukkan pukul 16.10. Saya merebahkan badan di dipan tanpa kasur (futon) melepas lelah, lalu saya set alarm ke jam 16.50, Alhamdulillah istirahat sekejap tersebut membuat badan saya agak enak, saya segera bangun shalat ashar, lalu saya liat jam 17:00, wah saya janji di stasiun kereta bawah tanah Nagoya Univ, jam 17:15, wah....saya segera mempersiapkan bawaan, kamera, handycam, handuk kecil (untuk lap keringat kalau habis sepedaan), dan video yang sudah saya tonton, mau dipinjam Fina. Saya berangkat dengan keraguan, futon bagaimana yah.... setelah saya ingat ramalan cuaca di TV menyatakan mendung saja, saya akhirnya buru-buru berangkat.
Samapai di stasiun pukul 17:15, lansung ada telephone dari Dudy, ternyata Rina belum datang, kami menunggu sampai pukul 17:30. Akhirnya kita putuskan berangkat dengan asumsi Rina dan Fina sudah menunggu di Motoyama dimana kita ganti kereta. Ternyata benar, mereka telah duduk berdua menunggu di Motoyama, kita berangkat bersama, naik kereta api bawah tanah yang penuh sesak, tapi untung tempatnya tidak begitu jauh, saya dan Dudy yang berdiri akhirnya bisa bernafas lega setelah kita tiba di stasiun Ikeshita. Kita keluar dan mencari pintu keluar nomor berapa yang langsung ke gedung yang dituju, Gedung nya megah sekali dan ternyata kita mendapat tempat di depan, hanya beberapa baris di belakang VIP, wah Fina hebat juga koneksinya ini.
Limabelas menit pertama diisi dengan kata sambutan dari beberapa orang pemimpin Meitetsu sebagai pemilik orkestra angklung LEEO, lalu pada pukul 18:15 dimulai dengan permainan piano dan alat musik petik China yang suaranya menyayat mirip dengan bunyi biola, dipadu dengan perkusi gendang dari Afrika, sungguh enak di dengar alunan musik yang merdu sekali. Dilanjutkan dengan penampilan orkestra angklung, Wah, mereka benar-benar profesional dalam penampilan ini, mulai dari pemain, dekorasi, alat musik, salut kepada orkestra angklung LEEO. Semuanya 20 lagu diselingi jeda selama 15 menit, saya sangat terpesona mendengar alunan musik anglung dipadu dengan stell drum , perkusi, dll
Ada beberapa lagu yang saya sukai diantaranya: Ashita ga aru dari SMAP, Sekai hitotsu dake no Hana dari SMAP, Halo-Halo bandung, Akatombo dinyanyikan oleh penyanyi Ohta, Arigatou Otsutaete, dll
Sampai acara berakhir kami masih sibuk memuji penampilan orkestra dan penyanyi yang benar-benar memukau, diselingi denga ucapan terimakasih kepada Fina yang telah mengundang saya dan Dudy ke acara yang prestise ini.
Kita akhirnya keluar gedung pada pukul 22:45, Fina minta waktu menunggu temannya yang memberi undangan untuk mengucapkan terimakasih. TAPI diluar hujan mulai turun dengan lebatnya, CELAKA...saya mulai lemas memikirkan FUTON yang dijemur di luar....HUH, kenapa tadi ga dimasukkan saja, saya meggerutu didalam hati, Dudy memberi saran untuk menelepon Pak Dadong, tapi saya udah pesimis duluan takut pak Dadong sudah tidur...(Suuzhan yang ketiga).
Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu muncul sekitar jam 21:30 setelah berbicara sebentar, akhirnya kita berpisah karena dia naik kereta yang berbeda arah dengan yang kita naiki, Kami memutuskan untuk makan bersama di restorat ZADON di Motoyama, tempat yang biasa kita kunjungi kalau kemalaman dalam mencari makan malam. Setelah memesan makanan masing-masing ternyata saya terserang sakit perut karena jadwal makannya sudah lewat 3 jam dari yang seharusnya, padahal itu sudah diganjal dengan coklat kacang Meiji waktu jeda Orkestra tadi. O ya saya baru ingat ternyata tadi saya makan supermi rebus, pantas kalorinya tidak mencukupi, sehingga badan menjadi lemas dan perut menjadi mules. Setelah selesai melepaskan hajat yang menyesak badan itu, saya keluar denga lesu, disamping perut yang sudah keroncongan ditambah ingatan akan FUTON dirumah yang pasti sudah basahkuyup dirumah. Saya bilang ke Dudy "nanti malam nunpang ya di kamar kamu?", "gampang ",kata Dudy. Saya makan dengan lesu nasi ditambah dengan goreng udang, "Wah, gak nendang ini" gumam saya. Akhirnya saya putuskan untuk menambah udon porsi kecil sebagai dessert (makanan penutup) sekaligus pengganjal sampai masuk ke perut (tadi masih di kerongkongan).
Setelah selesai makan dan sedikit ngobrol kita semua berpisah karena arahnya semua berlainan tapi janji besok akan sama-sama pergi ke Toyohashi, saya dan Dudy kembali ke kampus jalan kaki, untung hujannya sudah berhenti. Sampai di kampus pukul 23:00, kita putuskan untuk langsung pulang setelah menchek email, siapa tahu ada berita terbaru seputar PPI JT Match. Limabelas menit kemudian kita meluncur pulang, ingin segera sampai dirumah ,tapi di perempatan Kawana Dudy ingat kalau dia lupa membawa uang yang akan dibawa besok ke Toyohashi, dan uang lelah dari acara Festifal Indonesia dua minggu lalu, dia meminjam sepeda saya dan balik lagi kekampus, saya kembali kerumah dengan sepeda Dudy.
Sesampainya di rumah saya terkejut sekali, ternyata FUTON saya telah selamat dari hujan, seseorang telah memasukkannya kedalam rumah sebelum hujan turun. ALHAMDULILLAH, saya langsung memasukkan futon tersebut kedalam kamar saya, sambil tak lupa mamuji dan bersyukut kepada Allah SWT.
Saya shalat Isya dan memutuskan untuk istirahat, untuk persiapan pertandingan besok. Ternyata Dudy mengetuk kamar dan terkejut juga melihat futon saya dia sudah mengira bahwa futon tersebut pasti diselamatkan oleh Pak Dadong, kemudian Dudy menanyakan ada makanan kecil, ssaya kebetulan ada Mikan , sejenis jeruk Jepang kecil yang manis dan tanpa biji, disamping itu kulitnya tipis sekali, benar-benar enak. Lalu saya dan Dudy menonton film Bourne Supremacy dengan pemain Matt daymon, tapi karena film itu adalah VCD bajakan dari Indonesia sehingga ceritanya tidak begitu jelas dan putus-putus. Pagi sekali setelah shalat Shubuh, saya membaca AlQuran, lalu saya makan pagi dulu, karena ternyata makan malam kemarin kurang menambah energi , sehingga pagi ini terasa lapar sekali. Setelah makan saya membuat minuman penambah energi lagi campuran grapefruit, madu dan kuning telur. Pak Dadong telah bangun dan langsung saya mengucapkan terimaksih atas kebaikannya menyelamatkan futon saya dari hujan lkebat kemarin.
Setelah selesai mandi saya siapkan barang yang akan dibawa ke Toyohashi, sepatu, baju ganti, handuk, minum, snack, piala, bola basket, kamera dll. saya berangkat ke Sakurayama Kaikan, tempat dimana kita berjanji akan berkumpul, dan pada pukul 08:00 kita berngakat ke toyohashi, terdiri dari 11 orang pemain dan beberapa ibu-ibu, Ibu Soni, Ibu Zul, Ibu Gun, Ambiyah, Rina dan Fina serta anak-anak. saya dapat kabar dari Dudy kalau Pak Wisnu tidak bisa hadir berhubung anaknya ssakit, wah saya jadi tambah pesimis lagi ini, taman yang sering latihan juga tidak datang! otomatis saya akan bermain nanti dengan orang yang belum saya ketahui pola permainannya, Pak Soni, Pak Gun yang terus terang selama ini underdog bagi kita semua, menjadi bahan guyon dengan kekocakannya. Dengan tiga mobil van, satu diantaraya sewaan, yang lainnya milik Pak Soni yang dikendaria istrinya, dan Pak Effan orang Painan yang kawan dengan orang Jepang. Setelah tiga jam perjalanan, ditambah nyasar karena terlalu percaya GPS yang ngacau, akhirnya kita sampai juga di Toyohashi University of Technology. Dari jadwal acara yang seharusnya dimulai jam 9:00 pagi akhirnya molor sampai jam 11:00, setelah pembukaan maka dimulailah pertandingan, dibuka dengan Basket dan tenis lapangan. Nagoya melawan Toyohashi, Saya benar-benar tegang dalam pertandingan ini, karena terpengaruh oleh penampilan lawan yang sempurna, tinggi-tinggi, gaya latihannya yang membuat saya benar-benar pesimis, ditambah lagi oleh pengakuan Pak Soni yang mengatakan dia sudah tiga tahun tidak main basket, lengkaplah sudah rasa tipis sekali kemungkinan untuk dapat mengalahkan tim ini. Sebelum bertanding saya memberikan beberapa masukan kepada pak soni dan Pak Gun untuk selalu menenpel ketat pemain lawan, dan tidak lupa say minta Pak edi untuk menjadi manager dadakan, dan doa dari beliau. Pertandingan dimulai 10 menit pertama, permainan tegang sekali, saya tidak bisa konsentrasi, saya begitu emosi, tegang, hanya satu dari pemain Toyohashi yang bagus dan dia ternyata hanya playmaker, sementara reboundnya kurang sehingga angka pertandingan kecil sekali, babak pertama Toyohashi menang dengan angka 6-4. Pada saat turun minum Pak gun kehabisan nafas, saya ditegur Pak Edi, katanya jangan tegang, Pak Soni memberi masukan agar mengurangi shot jarak jauh. Babak dua dimulai, ada beberpa kesalahn yang tidak diketahui wasit dan kadang wasitnya bingung, akhirnya kita mulai bisa mengejar sampai kedudukan seimbang, 9-9. semntara waktu tinggal 2 menit lagi, beberapa kali bola bagus saya berikan kepada Pak gun yang dibawah ring, tapi penyelesaiannya kurang bagus seihingga bola tidak berhasil masuk kedalam keranjang dan angka tidak berubah, disaat menegangkan ini ternyata Pak Gun mendapat kesempatan Free Throw dari penalty area karena ada foult dari pemain Toyohashi, saya langsung memberi semangat kepada Pak Gun untuk memasukkan bola tersebut, karena kedudukan sama, ternyata waktu berjalan terus dan ketika free throw selesai dan masuk keduanya waktu tinggal 4 detik, otomatis peluit panjang berbunyi dan kemenangan di tangan Nagoya, saya begitu exiting, gembira bercampur terharu, langsung memeluk Pak Soni, Pak Gun, dan Pak Edi, serta pak Agus, saya merasa tidak percaya bisa mengalahkan tim Toyohashi "The Dream team". padaha kita merasa menjadi "tim Nagoya sekarat"
Pada akhirnya kedudukan imbang 2 emas dan dua perak untuk Nagoya dan Toyohashi, tapi dilihat dari skor Toyohashi ungul, jadi kita musyawarah agar piala bergilir diterima Toyohashi.
Itulah sepenggal kisah hidup saya yang mungkin bisa diambil pelajaran bahwa kita harus berbaik sangka baik kepada manusia apalagi kepada Allah SWT.
Saya banyak merasakan karunia Allah yang tidak berhingga, sementara rasa syukur kepadaNya kurang sekali,
Fabiayyi Aala irabbikuma Tukazzibaan (dan nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang kamu dustai) (QS Arrahman)
Ya Allah ampunilah hambamu yang sering lupa akan besarnya Nikmat MU
Surat untuk Tim Nagoya 27 Sept 2004
Saya mengucapkan selamat dan terimakasih kepada "Nagoya All Star Team",
mulai dari manager, atlet, suporter, transportasi,dan semua yang
berperan dalam menjadikan "team Nagoya sekarat" menjadi team yang patut
diperhitungkan di PPI JT Match dan mematahkan perlawanan "The Dream
Team" Toyohashi menjadi "The Dreaming Team". :-)
banyak ungkapan perasaan yang tidak dapat ditulis dengan kata-kata,
mulai dari terharu, terkejut, dan terakhir gembira melihat hasil usaha
dan jerih payah seluruh team.
HONTONI TANOSHIKATTA, YOKU GANBARIMASHITA, ARIGATOU GOZAIMASHITA
Satulagi ada hadiah berupa makanan kecil (osembe, krupek, permen,
coklat, dll) dari panitia untuk semua cabang olahraga diterima oleh Pak
Agus deskedo untuk badminton, Pak Dadong untuk pingpong dan Fauzan
untuk Basket, sekarang saya simpan semua di Tsuciya Apato, nanti akan
saya bawa dalam acara-acara PPI-NGO .